2 Juli, 2008
Hingga akhir pendaftaran tanggal 1 Juli 2008, tak satupun calon independen yang memenuhi persyaratan minimum untuk turut serta dalam Pilgubri atau Pilkada Riau 2008. Sejak awal saya sudah pesimistis bahwa pada Pilkada Riau 2008 ini akan muncul seorang kandidat dari calon independen, beberapa hal yang membuat saya pesimistis adalah persyaratan sebagai calon independen yang begitu berat antara lain :
- Memenuhi jumlah dukungan sebanyak 239.631 dukungan, yaitu lima persen dari 4.792.520 penduduk Provinsi Riau. Sebagaimana ditentukan oleh pasal 7 ayat 1 huruf b peraturan KPU No 15 tahun 2008.
- Calon perseorangan ini harus memenuhi sebaran dukungan di atas 50 persen kabupaten dan kota yang ada di Riau, sebagaimana ditentukan oleh pasal 7 ayat 3 peraturan KPU No 15 tahun 2008.
Jika ada yang bisa memenuhinya, hampir dipastikan calon tersebut bisa jadi akan terpilih menjadi Gubernur Riau. Mungkin lima tahun yang akan datang kita berharap bakal calon independen bisa lebih siap.
Tidak ada komentar » |
Opini | yang berkaitan: calon independen, pilgubri 2008, pilkada Riau |
Permalink
Ditulis oleh daeng limpo
25 Juni, 2008
Menjelang pemilihan Gubernur Riau 2008, bolehlah saya sedikit memberi saran kepada Bapak RUSLI ZAINAL selaku salah satu kandidat kuat dalam PILGUBRI 2008. Menurut pengamatan saya, selama mengikuti siaran pilkada di stasiun televisi, untuk memenangkan PILGUBRI 2008 saya punya beberapa tips untuk beliau :
1. Berkoalisi dengan PKS dan memilih CAWAGUB dari PKS
atau
2. Menawarkan kepada salah satu TOKOH WANITA RIAU menjadi CAWAGUB
Saya pikir dengan kombinasi salah satu dari dua pilihan diatas, sudah terbukti dapat memenangkan pilkada di beberapa daerah. Jika CAWAGUB dipilih dari sesama inderagiri atau sesama birokrat, maka rakyat yang sudah antipati dengan birokrat jelas tidak akan mencoblosnya. Saya melihat kecenderungan bahwa masyarakat akan memilih calon yang “relatif” bersih, atau CAGUB wanita yang akan menjaring pemilih wanita. Jadi silahkan pikirkan dulu pak RUSLI dengan pertimbangan yang matang, caranya dengar suara di hati rakyat bukan di hati para politikus oportunis.
Tidak ada komentar » |
Opini | yang berkaitan: pilgubri, riau, Opini, artikel, pilkada Riau, rusli zainal, pks, wanita |
Permalink
Ditulis oleh daeng limpo