19 Agustus, 2008
PILKADA RIAU kali ini menarik untuk disimak, setidaknya dari sisi hobby masing-masing calon gubernur Riau, yakni Chaidir, Raja Thamsir dan Rusli Zainal. Sebagaimana yang kita ketahui ketiga calon gubernur Riau periode 2008-2013 tersebut memiliki pengalaman politik yang cukup matang. Tetapi di postingan saya kali ini bukan mau membahas ketiga calon tersebut dari sisi politik atau pengalaman politik, melainkan lebih kepada opini saya tentang tayangan di RTv yang memperlihatkan “sisi lain” dari kandidat calon gubernur Riau tersebut.
Raja Thamsir Rahman dengan lagu RINDU dan juga Rusli Zainal dengan lagu PANTAI SOLOP adalah yang paling sering ditayangkan oleh televisi lokal RTv. Sementara Chaidir sebagai seorang sastrawan frekuensi kemunculannya di RTv agak kurang dibandingkan kedua calon lainnya (mungkin Chaidir perlu sedikit sedikit membacakan Puisi ataukah mengeluarkan suara emasnya).
Dari sisi tayangan, saya menilai tayangan lagu PANTAI SOLOP-nya Rusli Zainal digarap lebih professional dibandingkan lagu RINDU-nya THAMSIR RAHMAN. Tetapi untuk suara , masing-masing memiliki kekuatan tersendiri. Rusli Zainal memang cocok membawakan lagu melayu, karena “cengkoknya” pas. Sementara Thamsir Rahman juga cocok membawakan lagu RINDU karya SBY dengan kekuatan suaranya. Mungkin penilaian akan lebih pas apabila kedua calon gubernur itu menyanyikan lagu yang sama.
Sedangkan Chaidir MM, telah menelorkan cukup banyak karya sastra, seperti yang dapat anda baca di websitenya di WWW. CHAIDIR.COM. Jadi cukup senanglah saya, karena siapapun yang menjadi pemenang PILKADA RIAU 2008 semuanya punya bakat seni yang cukup mumpuni.
Tinggal kita tunggu saja hasilnya apakah sastrawan bisa mengalahkan dua penyanyi, ataukah salah satu penyanyi akan dapat mengalahkan penyanyi lain dan juga sastrawan.
1 Komentar |
Opini | yang berkaitan: pilkada, gubernur, riau, penyanyi |
Permalink
Ditulis oleh daeng limpo
7 Juli, 2008
Akhirnya calon gubernur dan wakil gubernur Riau periode 2008-2013 kemungkinan hanya diikuti oleh tiga pasangan calon gubri-wagubri yaitu :
RUSLI ZAINAL - MAMBANG MIT (RZ-MM)
CHAIDIR - SURYADI KHUSAINI (CeeS)
THAMSIR RAHMAN - TAUFAN ANDOSO YAKIN (TAM_FAN)
Siapa yang akan anda pilih…..?
Bagi saya pribadi, sebenarnya kecewa karena harus memilih diantara para calon yang justru tidak ingin saya pilih. Sebuah dilema bagi pemilih seperti saya dan mungkin juga pada beberapa pemilih yang lain.
3 Komentar |
Opini | yang berkaitan: 2008-2013, chaidir, gubernur riau, rusli zainal, suryadi khusaini, taufan andoso yakin, thamsir rahman |
Permalink
Ditulis oleh daeng limpo
2 Juli, 2008
Hingga akhir pendaftaran tanggal 1 Juli 2008, tak satupun calon independen yang memenuhi persyaratan minimum untuk turut serta dalam Pilgubri atau Pilkada Riau 2008. Sejak awal saya sudah pesimistis bahwa pada Pilkada Riau 2008 ini akan muncul seorang kandidat dari calon independen, beberapa hal yang membuat saya pesimistis adalah persyaratan sebagai calon independen yang begitu berat antara lain :
- Memenuhi jumlah dukungan sebanyak 239.631 dukungan, yaitu lima persen dari 4.792.520 penduduk Provinsi Riau. Sebagaimana ditentukan oleh pasal 7 ayat 1 huruf b peraturan KPU No 15 tahun 2008.
- Calon perseorangan ini harus memenuhi sebaran dukungan di atas 50 persen kabupaten dan kota yang ada di Riau, sebagaimana ditentukan oleh pasal 7 ayat 3 peraturan KPU No 15 tahun 2008.
Jika ada yang bisa memenuhinya, hampir dipastikan calon tersebut bisa jadi akan terpilih menjadi Gubernur Riau. Mungkin lima tahun yang akan datang kita berharap bakal calon independen bisa lebih siap.
Tidak ada komentar » |
Opini | yang berkaitan: calon independen, pilgubri 2008, pilkada Riau |
Permalink
Ditulis oleh daeng limpo
2 Juli, 2008
Sebagai sebuah partai yang relatif baru, PKS telah memberikan warna demokrasi tersendiri khususnya bagi pemilih muslim muda. Namun apa daya dalam Pilgubri 2008 ini, PKS Riau nampaknya hanya akan menjadi penonton. Hal ini disebabkan hingga batas akhir masa pengembalian formulir pendaftaran calon peserta Pilgubri di Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Riau pukul 00.00 WIB, Selasa (1/6) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menyerahkan legalitas dukungan kepada salah satu dari tiga pasangan yang resmi mendaftar. Hal ini berarti bahwa secara hukum PKS bukanlah peserta, melainkan hanya menjadi penonton.
Saya sendiri awalnya berharap PKS dapat mencalonkan kadernya sendiri (tetapi ini agak sulit karena kursi PKS di DPR yang tidak memadai untuk mengusung calon sendiri). Satu pertanyaan saya buat pengurus PKS, benarkah pertimbangan untuk tidak ikut serta “mengusung” salah satu Balon Gubri-Wagubri murni karena tidak memenuhi kriteria DPW PKS atau karena lobby politik yang gagal ?.
SELAMAT JADI PENONTON
Tidak ada komentar » |
Opini | yang berkaitan: 2008, Opini, parpol, pilada riau, pilgubri, pks |
Permalink
Ditulis oleh daeng limpo