RUSLI ZAINAL HARI INI RENCANANYA AKAN MENGHADIRI ISRA MI’RAJ 1429H DI MESJID ISTIQOMAH

1 Agustus, 2008

Akhirnya sampai juga cagub Rusli Zainal di dekat rumah tinggal kami, sesuai kabar yang saya dengar dari ketua RW yang juga selaku tim sukses RZ-MM, bahwa RZ akan menghadiri peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW di Mesjid Istiqomah yang berlokasi di Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai nanti malam (ba’da Isya) tanggal 1 Agustus 2008.

Saya berencana akan hadir dan ikut mendengar, merekam serta juga menyimak apa yang akan beliau sampaikan dan akan saya muat di blog ini, sebagai pengingat akan apa yang pernah beliau ungkapkan baik berupa janji kampanye atau pesan kepada masyarakat yang menghadiri acara tersebut.

Selamat datang BPK. RUSLI ZAINAL. Selama lima tahun masa kepemimpinan anda sebelumnya, baru kali ini menjelang pemilihan Gubernur Riau 2008-2013 anda berkunjung ke mesjid lingkungan kami. Tetapi saya percaya, bahwa kesibukan anda sewaktu menjadi Gubernur mungkin menyebabkan waktu untuk itu tidak memungkinkan. Saya pribadi maklum adanya …………. :D


Penjelasan Resmi PKS soal sikap ABSTAIN dalam PILKADA RIAU 2008

16 Juli, 2008

Saat saya sedang browsing dan walking ke situs http://riauterkini.com/iklan/pks.html , di website tersebut saya menemukan sebuah banner PKS no.8 yang berisi tentang penjelasan resmi PKS soal sikap abstain dalam pilkada Riau 2008. Di bawah ini adalah isi lengkap dari penjelasan tersebut.

PENJELASAN RESMI PKS SOAL SIKAP ABSTAIN DI PILKADA RIAU

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirahmanirrohim

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad Saw. Bagi kita, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmad dan hidayahnya. Amin.

Izinkan kami, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Riau mengawali penjelasan ini dengan permohonan maaf atas keputusan politik yang telah kami ambil terkait Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) di Riau. Kami sadar, keputusan ini mengejutkan, mengecewakan banyak pihak dan cukup sulit dapat dipahami. Hal itu tercermin dari banyaknya tanggapan yang kami terima dari berbagai pihak, baik disampaikan langsung, maupun melalui telepon dan SMS. Juga sebagaimana diberitakan berbagai media massa .

Semula kami tidak ingin menanggapi berbagai isu yang berkembang, namun setelah mencermati opini yang berkembang pasca keputusan abstain di Pilkada Riau, kami melihat ada sebuah kondisi yang mengancam kredibilitas dan nama baik PKS sebagai sebuah institusi politik. Ada kecenderungan opini berkembang ke arah pembunuhan karakter, kampanye hitam yang menyesatkan. Secara umum kami menangkap ada sekelompok pihak yang sengaja mengarahkan opini masyarakat ke satu kesimpulan, berupa anggapan gagalnya PKS berkualisi dengan salah satu dari tiga pasangan tersebut semata-mata karena cost politik atau karena uang. Dalam hal ini adalah, PKS terlalu tinggi mematok tarif cost politik.

Melalui penjelasan ini, kami menegaskan bahwa persepsi di atas tidaklah benar. Keliru, namun sengaja belakangan disebarkan kelompok yang tak bertanggung jawab untuk merusak citra PKS!

Dari beberapa pilkada yang diikuti, kami menyimpulkan ada tiga faktor penentu kemenangan, yaitu :

  1. Calon. Calon haruslah memiliki ekuitas yang cukup untuk memenangkan pertarungan. Ekuitas dimaksud antara lain popularitas yang dibuktikan dengan survey, citra diri, dan kemampuan berkompetisi, yang dengan ini diharapkan mampu menggerakkan orang untuk memilih dirinya.
  2. Dukungan politik. Calon tidak mungkin bisa maju dalam pemilihan kepala daerah jika tidak memiliki dukungan politk yang paling minimal, yaitu 15 % suara atau kursi di DPRD, jika melalui jalur parpol, atau dukungan 5% dari jumlah penduduk, jika melalui jalur perorangan. Ini baru dukungan untuk bisa maju. Sudah tentu, bahwa setiap calon pasti ingin menang. Bukan sekedar berpartisipasi. Oleh karenanya, yang bersangkutan harus memiliki dukungan politik yang lain, berupa mesin yang bisa bekerja memenangkannya.
  3. Dukungan dana. Suka atau tidak, dana adalah salah satu faktor yang bisa menentukan kemenangan calon. Mulai transportasi sampai saksi, logistik hingga upaya melawan isu-isu dan intrik-intrik, memerlukan dana yang tidak sedikit.

Ketiga faktor di atas saling terkait. Jika poin 1 dan 2 tidak dimiliki, atau tidak mencapai batas minimal, berapa pun dana yang akan diberikan oleh kandidat, itu tidak akan berpengaruh bagi kami untuk memberi dukungan kepadanya.

Sangat disayangkan, bahwa poin 3 dianggap menjadi bagian yang berdiri sendiri dan kemudian menjadi sangat penting. Sehingga seolah-olah bahwa karena faktor inilah PKS gagal berkomunikasi dan berkoalisi dengan calon-calon yang ada.

Jika hanya faktor yang ketiga, faktor uang yang menjadi pertimbangan, maka kami tentu akan memilih kandidat yang secara tertulis berkomitmen memberi dukungan dana sebesar Rp 50 miliar. Jumlah yang sangat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan komitmen dari ketiga pasangan yang sempat meminta dukungan kepada PKS

Terakhir kami ingin mengatakan, bahwa keputusan tidak ikut Pilkada memang sebuah keputusan sulit dan tidak populer, bahkan bisa jadi juga tidak strategis, namun kami menilai itulah keputusan terbaik dalam situasi serba sulit dan buruk yang berkembang selama proses prakoalisi.

Hanya kepada Allah kami mengembalikan keputusan tersebut. Semoga Allah memberikan menjadikan jalan terbaik bagi PKS untuk terus mengembang amanah melalui jalur politik. Kepada semua kader dan simpatisan, kami mengharapkan dukungan atas keputusan tersebut dengan tetap tak bosan memberikan saran dan kritik membangun. Kepada kader dan simpatisan kami berikan kebebasan menentukan dukungan sesuai hati nurani. Berikan dukungan secara pribadi, tanpa membawa nama dan atribut PKS. Sedangkan kepada seluruh masyarakat Riau kami mohon maaf jika keputusan ini mengecewakan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

TTD
Ketua DPW PKS Riau,
AMIN TRIAWAN

Calon Perseorangan Kecil Kemungkinan Ikut Pilkada

21 Januari, 2008

Kabar kurang menggembirakan bagi para calon independen (perseorangan), bahwa untuk pilkada 2008 ini kemungkinan untuk dapat ikut serta sangatlah kecil. Setidaknya demikian yang disampaikan oleh Direktur Central for Electoral Reform (Centro) Indonesia, Hadar N. Gumay, menilai bahwa tidak adanya tindak lanjut dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan calon perseorangan oleh lembaga legislatif merupakan wujud kemenangan partai-partai politik yang tergabung di DPR-RI untuk meredamnya……..baca selanjutnya


Calon Independen Masih adakah Peluang ?

3 Januari, 2008

Saat ini KPUD Riau masih menunggu keputusan tetap dari pemerintah pusat tentang keikut sertaan calon independen dalam pilgubri 2008. Menurut Syamsul Djafar anggota KPUD Riau kepada Pekanbaru Pos, undang -undang yang dimaksudkan adalah UU Pemilu dan UU Parpol. Draft UU calon independen sudah ada, jadi tinggal disyahkan pemerintah pusat. Berkaitan dengan hal tersebut, format surat suara calon independen belum diketahui secara pasti. Mengingat, baru tahun ini calon independen diperbolehkan ikut dalam Pilgubri.
Sumber : Pekanbaru Pos, 3/1-2008, halaman 3