Instiawaty Ayus dalam Debat Balon Gubri 2008-2013 di RTV

Debat lima Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau periode 2008-2013 yang berlangsung pada Selasa (27/5), disiarkan langsung oleh RTV bekerjasama dengan Riau Pos bertempat di Hotel Pangeran. Beberapa balon yang hadir antara lain Chaidir MM, Instiawati Ayus, Soemardi Taher, Raja Thamsir Rachman, dan Wan Abubakar. Bagi saya ada beberapa poin yang menjadi catatan dari hasil debat tersebut.

  1. Bahwa debat tersebut kurang greget karena ada salah satu calon kuat yang justru tidak hadir untuk menjelaskan visi dan misinya yaitu Rusli Zainal (pejabat Gubernur saat ini).
  2. Ada kemajuan dalam Pilgubri kali ini karena Instiawaty Ayus sebagai satu-satunya perempuan yang muncul sebagai salah satu petarung dalam Pilgubri mendatang
  3. Debat tersebut tidak dapat dijadikan tolak ukur bagaimana Riau kedepan jika dipimpin oleh salah satu dari mereka berlima yang hadir pada saat itu, karena tidak ada satupun yang dengan tegas menyatakan perkiraan berapa persen porsi APBD yang akan mereka anggarkan untuk sektor Pendidikan dan Kesehatan jika mereka terpilih nanti.
  4. Salah satu pertanyaan dari Yusmar Yusuf yang menyinggung tentang “Gubernur Melayu” atau “Gubernur Riau”,  jawaban dari Instiawati Ayus yang menarik menurut saya. Bahwa menurutnya,”Gubernur Riau haruslah orang yang bisa memiliki rasa toleransi yang tinggi”.
  5. Juga mengenai kasus sengketa tanah, hanya jawaban Instiawati Ayus yang memberikan solusi bagaimana membela hak-hak tanah rakyat dalam sengketa tanah yang banyak terjadi di Riau.

Saya yakin bahwa Instiawati Ayus akan memiliki kans yang lebih besar daripada ke empat balon lain. Mengapa saya katakan demikian, karena ketika ditanyakan prediksinya tentang peluang menang dalam Pilgubri, Ia menjawab peluangnya 70 % (sama dengan Soemardi Thaher). Kans 70% yang dikatakan oleh Instiawaty Ayus lebih masuk akal menurut saya dibandingkan dengan kans 70% yang dikatakan Soemardi Thaher, salah satu faktor penentu adalah pemilih perempuan.

Masalahnya sekarang adalah siapa yang akan berpasangan dengan Instiawati Ayus?, atau apakah Instiawaty Ayus bersedia untuk menjadi orang nomor 2 (wakil Gubernur)?. Saya sendiri berharap bahwa Jika dapat Gubernur kita kedepan adalah orang muda yang memiliki visi memajukan masyarakat Riau secara umum, bukan sekedar menjadikan istilah MELAYU sebagai tameng politik tetapi menjadikan MELAYU dan budayanya sebagai perekat diantara berbagai suku-suku lain di Propinsi Riau. Jangan lagi muncul issue seperti pada saat pemilihan Gubernur Riau sebelumnya, dimana saat itu dihembuskan issue bahwa istri Gubernur Riau haruslah orang Melayu (waktu itu istri Gubernur adalah orang Sumatera Barat). Tidak pada tempatnya lagi bersaing dengan melakukan politisasi SUKU, dan para pemilih hendaknya berfikir dewasa agar tidak dimanfaatkan oleh “pihak-pihak tertentu” untuk meraih kemenangan. Lihatlah profil para kandidat dan juga sepak terjangnya, lalu anda analisa supaya tidak keliru memilih. Yang anda pilih sebaiknya memiliki kriteria jujur, tegas, punya visi untuk memajukan seluruh komponen masyarakat Riau, tidak proyek oriented tetapi lebih kepada bagaimana memberdayakan masyarakat menengah kebawah, dan sebaiknya yang masih muda.

Tinggalkan Balasan